Data Center yang
secara harafiah berarti pusat data, adalah suatu fasilitas untuk menempatkan
sistem komputer dan equipment-equipment terkait, seperti sistem komunikasi data
dan penyimpanan data. Fasilitas ini mencakup catu daya redundant, koneksi
komunikasi data redundant, pengontrol lingkungan, pencegah bahaya kebakaran,
serta piranti keamanan fisik. Pada era ICT (Information and
Communication Technology) saat ini, Data Center telah menjadi satu
issue penting di dunia, khusunya bagi para pelaku bisnis. Sebagai inti dari
layanan bisnis, maka Data Center harus mampu memberikan layanan optimal,
sekalipun terjadinya suatu bencana, sehingga bisnis dalam suatu korporasi harus
tetap bertahan hingga menghasilkan laba. Berawal dari peran Data Center yang
sangat signifikan, serta dikaitkan dengan berbagai issue yang ada pada Data
Center saat ini, terutama Disaster Recovery Planning, maka kajian
secara komprehensif dan holistik mengenai Data Center, telah menjadi critical
issue bagi suatu institusi bisnis sebagai User dan profitable issue bagi
produsen penyedia infrastruktur dan equipment Data Center. Secara umum Data
Center terbagi dua berdasarkan fungsinya : Internet Data Center,
biasanya hanya dioperasikan untuk kebutuhan Internet Service Provider dan Corporate Data Center, dimiliki oleh suatu korporasi atau
institusi, untuk mengoperasikan proses bisnis, dengan menggabungkan layanan Internet dan Intranet.
Blog ini dibuat oleh Novianty Sukma Jaya untuk memenuhi salah satu proyek mata kuliah optoelektronika dengan dosen pengampu Bapak Apit Fathurohman, S. Pd., M. Si.
Rabu, 11 Maret 2015
PANDU GELOMBANG
Pandu gelombang adalah sebuah medium yang
digunakan untuk memandu gelombang, seperti gelombang elektromagnetik atau
gelombang suara. Pandu gelombang yang digunakan berbeda-beda disesuaikan dengan
jenis gelombang yang akan dipandu. Pandu gelombang yang asli dan yang paling
umum digunakan adalah pipa berongga yang terbuat dari logam yang konduktif yang
digunakan untuk membawa gelombang radio berfrekuensi tinggi khususnya gelombang
mikro (microwaves).
Pandu gelombang memiliki bentuk geometri yang
berbeda-beda yang dapat menahan energy dalam satu dimensi seperti pandu
gelombang yang berbentuk lempeng (slab waveguide) atau dalam dua dimensi
seperti dalam fiber atau channel waveguide. Selain itu, pandu gelombang yang
berbeda digunakan untuk memandu gelombang dengan frekuensi yang berbeda-beda;
contohnya fiber optic digunakan untuk memandu cahaya (frekuensi tinggi) dan
tidak memandu gelombang micro yang memiliki frekuensi yang lebih rendah dibandingkan
dengan cahaya tampak. Sebuah aturan yang harus diingat adalah lebar dari pandu
gelombang harus memiliki orde yang sama dengan besar dari panjang gelombang
yang akan dipandu.
POLYPHEM, RUDAL BERKENDALI KABEL FIBER OPTIK
Perkembangan Teknologi kemiliteran
terus dikembangkan terutama oleh Negara-negara besar. Sebuah konsorsium
industri persenjataan Eropa belakangan ini tengah mengembangkan peluru kendali (guided missile) dengan system kendali yang
memanfaatkan teknologi fiber optik.
Misil percobaan diberi nama POLYPHEM dengan peruntukan menghadapi sasaran
permukaan dalam jangkauan jarak jauh.
Misil ini dapat diluncurkan dari kendaraan di darat, atau
dari kapal laut (kapal permukaan maupun kepal selam) ntuk menghadapi target di
darat. Dapat juga diluncurkan dari pesawat helicopter untuk ditembakan ke
target di permukaan (darat atau laut).
KEUNGGULAN FIBER OPTIK
Selama
ini kita mengenal teknologi komunikasi melalui kabel dan tanpa kabel (wireless).
Komunikasi lewat kabel bisa dilakukan, misalnya, dengan telepon rumah. Adapun
komunikasi tanpa kabel dengan telepon seluler (handphone/hp). Saat
berkomunikasi dengan telepon rumah, mikrofon mengubah suara menjadi sinyal
listrik yang dikirim via kabel ke penerima. Biasanya kabel itu terbuat dari
tembaga. Namun kini kabel tembaga telah digantikan kabel optik.
APLIKASI SERAT OPTIK
VCSEl pada Radio over Fiber
Radio Over Fiber merupakan sistem radio yang memanfaatkan jalur fiber optik
sebagai media transmisi. Sistem komunikasi optik memiliki pengirim, media
transmisi dan penerima. Media pengirim pada sistem optik dapat berupa LED
(Light Emitting Diode) atau laser, sedangkan penerimanya berupa PIN (Positive
Intrinsic Negative) fotodioda.
VCSEL (Vertical Cavity Surface Emitting Laser) adalah salah satu sumber optik
yang sedang dikembangkan akhir-akhir ini. Hal ini disebabkan karena VCSEL
mendukung performa layanan yang tinggi, sistem transmisi yang murah serta cocok
untuk layanan komunikasi dengan data rate yang besar jika dibandingkan dengan
laser yang lain.
MENGUBAH UDARA HAMPA JADI SERAT OPTIK
Sejumlah
peneliti berhasil melakukan ujicoba perubahan udara hampa menjadi serat optik
yang dapat mentransmisi sinyal tanpa diperlukan adanya kabel.
Ilmuwan
temukan cara untuk mengubah udara menjadi serat optik. (Credit: ABC)
“Untuk
beberapa waktu belakangan, banyak orang sudah berpikiran untuk membuat jaringan
udara ini, namun baru kali ini hal ini tercapai,” kata Professor Howard
Milchberg dari University of Maryland, pemimpin dari riset
yang didanai oleh Militer AS dan National Science Foundation. Pada
eksperimen ulang untuk membuktikan teori ini, mereka menciptakan sebuah
jaringan udara yang kelak dapat digunakan sebagai serat optic instant yang
dapat digunakan dibagian manapun di dunia atau bahkan ruang angkasa. Penemuan
yang ditulis di jurnal Optica ini memiliki aplikasia antara
lain komunikasi laser jarak jauh, pemetaan topografi beresolusi tinggi, riset
sehubungan dengan polusi udara dan perubahan iklim, dan bahkan di dunia militer
untuk membuat senjata laser. Laser pada umumnya akan kehilangan focus dan
intensitasnya seiring dengan bertambahnya jarak yang dikarenakan oleh photon
yang secara natural terpisah dan berinteraksi dengan atom dan molekul lain yang
ada di udara.
SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK (SKSO)
Berdasarkan
penggunaannya maka SKSO dibagi atas beberapa generasi yaitu :
Generasi
pertama (mulai 1975)
Sistem
masih sederhana dan menjadi dasar bagi sistem generasi berikutnya, terdiri
dari : alat encoding : mengubah input (misal suara) menjadi sinyal
listrik transmitter : mengubah sinyal listrik menjadi sinyal gelombang,
berupa LED dengan panjang gelombang 0,87 mm. serat silika : sebagai
penghantar sinyal gelombang repeater : sebagai penguat gelombang yang
melemah di perjalanan receiver : mengubah sinyal gelombang menjadi sinyal
listrik, berupa fotodetektor alat decoding : mengubah sinyal listrik
menjadi output (misal suara) Repeater bekerja melalui beberapa tahap, mula-mula
ia mengubah sinyal gelombang yang sudah melemah menjadi sinyal listrik,
kemudian diperkuat dan diubah kembali menjadi sinyal gelombang. Generasi
pertama ini pada tahun 1978 dapat mencapai kapasitas transmisi sebesar 10
Gb.km/s.
Langganan:
Postingan (Atom)




